TEMPLATE ERROR: LHS of numeric is null before 26 in data:blog.pageType == item

Rabu, 20 Juli 2011

Pesona Telaga Wahyu

Telaga Sarangan sebagai ikon dalam Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011 memang menyimpan sejuta pesona di dalamnya. Namun ternyata, tak hanya Sarangan lho yang punya pesona. Ada lagi nih ikon Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011 yaitu Telaga Wahyu atau Telaga Wurung. Memang telaga ini tak seperti telaga Sarangan yang melegenda. Namun, bagi para pemburu ikan air alias mancing, telaga Wahyu menyimpan pesona tersendiri.
Telaga Wahyu terletak di jalur utama menuju arah Sarangan (jika dari Timur). Tepatnya di desa Ngerong, Plaosan, Magetan. Telaga ini mempunyai luas ±10 ha dan kedalaman  ±16 meter. Telaga ini selain digunakan sebagai tempat rekreasi pemancingan, telaga ini juga bisa digunakan sebagai Bumi Perkemahan. Selain itu, juga sering digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga. Tempat yang indah, suasana yang damai, udara yang sejuk merupakan pesona dari telaga Wahyu.
Telaga Wahyu juga merupakan telaga yang memiliki pesona spritual. Ada mitos yang mengatakan jika sepasang sejoli yang dilanda asrama merajut cinta disana, maka hubungan dan kisah cinta mereka tak akan kekal. Pasti kandas. Oleh karena mitos inilah, telaga Wahyu juga sering disebut sebagai telaga “Wurung” yang jika dialih bahasakan artinya “tidak jadi”. Namun, sepertinya mitos tersebut lambat laun termakan oleh kemajuan dan modernisasi jaman. Namun, jika menurut pengalaman dari banyak orang, mitos tersebut benar adanya.
Jika kita mau berkunjung ke Sarangan sebagai ikon utama dalam Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011 jangan lupa mampir kesini yha!!! Tenang saja, tidak dipungut biaya kok! Bahkan, tempat ini menjadi tempat festival mancing se-jawa Timur tahun 2011. Jadi, rugi deh kalau gak mampir. Gratis saja hlo ;-)

Minggu, 17 Juli 2011

Sentra Industri Kerajinan Kulit

Back to School!!! Wah, bagi siswa tahun ajaran baru memiliki arti tersendiri. Bakal ada  kelas baru, teman baru, Bapak/Ibu Guru baru, dan semua baru. Tak terkecuali perlengkapan sekolah, alat tulis, dan sebagainya. Bagi orang tua, tentunya harus ada anggaran tersendiri untuk membelikan anak sepatu dan baru. Tapi, untungnya anggaran tersebut bisa sedikit direm dengan membeli sepatu dan tas di Sentra Kerajinan Kulit “Jalan Sawo” Magetan. Kerajinan ini juga termasuk ke dalam Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011. Selain murah, kualitas juga dijamin!
Sentra kerajinan kulit ini merupakan Lingkungan Industri Kecil terbesar di Magetan. Terletak di jalan Sawo. Oleh karena itu, banyak masyarakat (Magetan khususnya) mengenal Sentra kerajinan ini dengan “sentra jalan sawo”. Banyak yang ditawarkan di sentra ini. Yang pasti, yang berbahan dasar kulit. Ya jelas tho, namanya juga sentra kerajinan kulit. Sentra kerajinan kulit ini menjadi salah satu faktor pendukung yang cukup penting untuk Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011.
Sentra kerajinan kulit ini sudah terbilang tua, dan sudah terkenal luas. Tidak hanya di Magetan dan sekitarnya. Tapi Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011 kerajinan kulit ini sudah mempesona banyak orang! Apalagi letaknya cukup strategis. Tempat ini merupakan jalur utama untuk menuju Telaga Sarangan, ikon utama dalam Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011. Maka, jangan heran jika kita lewat jalur ini (terutama saat lib uran) macet! Karena banyak bus-bus pariwisata parkir dan keluar masuk di jalur ini.
Pengrajin yang  tergolong sukses di sentra ini adalah toko “Karya Pahala”. Toko ini cukup terkenal dan bahkan sudah membuka cabang di banyak tempat di Magetan. Selain itu, masih berpuluh-puluh toko kerajinan kulit lagi di Magetan. Dari hal ini, tentu saja tak heran jika banyak orang yang bergantung hidup kepada kerajinan kulit ini. Bagi pemerintah, kehadiran kerajinan kulit ini berdampak kepada berkurangnya tingkat pengangguran di Kabupaten Magetan. Bagi sebagian besar warga Magetan, kehadiran kerajinan ini juga membuat banyak pihak diuntungkan. Jadi, tak heran jika kerajinan kulit ini menjadi salah satu ikon Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011.
Jadi, buat yang akan berkunjung ke Magetan, mampir yha!!! Rugi lho kalau sudah sampai Magetan nggak mampir kesini ;-) 

Sabtu, 16 Juli 2011

Sejarah Kabupaten Magetan

'Jangan Lupakan sejarah!" begitu kata Bung Karno. Begitu pula Kabupaten Magetan, Pesona dan Kerajinan Magetan 2011 juga tak lepas dari sejarah.
Kerajaan Mataram adalah kerajaan yang berjaya di masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo. Tindakan tegas beliau melawan VOC mengantarkan kerajaan Mataram mencapai puncak kejayaan.
Pada tahun 1645, Sultan Agung Hanyokrokusumo wafat. Beliau digantikan putranya yang bergelar “Amangkurat I” yang menjabat pada tahun 1646-1677. Pada tahun 1646 Amangkurat Imengadakan perjanjian dengan kompeni belanda yang amat merugikan Mataram. Isi perjanjian itu antara lain adalah Mataram mengakui kedudukan VOC di Batavia (Jakarta), Sedangkan Mataram bebas berdagang dimana saja kecuali di pulau Ambon, Bansa dan Ternate. Dengan diakuinya kedudukan VOC di Batavia maka Batavia bebas dari ancaman Mataram semakin berkurang. Perdagangan Mataram anjlok dan makin merosot. Pelayaran perdagangan dibatasi oleh kompeni sehingga kerajaan Mataram tidak berwibwa lagi dan kawulo Alit menjadi sengsara. Kebijaksanaan Amangkurat I tersebut menyebabkan timbulnya rasa kecewa dari banyak pihak terutama daerah-daerah mancanegara.
Pangeran Giri yang berpengaruh di daerah pesisir utara pulau Jawa berisap-siap melepaskan diri dari kekuasaan Mataram. Beliau amat kecewa atas tindakan raja Mataram ini. Demikian pula seorang pangeran dari pulau Madura yang bernama Trunojoyo yang tidak tahan lagi melihat pamannya pangeran Tjakraningrat II terlalu mengabaikan Madura dan hanya turut bersenang-senang di pusat pemerintahan Mataram, segera melancarkan pemberontakan terhadap Mataram (1674). Pemberontakan tersebut akhirnya didukung oleh orang-orang Makassar. Perang antara prajurit Mataram dan Trunojoyo pun tak dapat dihindarkan, hingga banyak memakan korban dari kedua belah pihak.
Pada saat kerajaan dalam keadaan kalut seperti ini seorang kerabat keraton Mataram bernama Basah Gondokusumo atau terkenal dengan sebutan basah bibit bersama seorang patih Mataram bernama nrang kusumo dituduh bersatu dengan kaum oposisi dan kaum pemberontak yang menentang kebijakan Amangkurat I. Atas tuduhan itu Basah Gondokusumo dijatuhi hukuman pengasingan di Semarang di tempat kediaman kakeknya yakni Basah Suryoningrat. Sedangkan Patih Nrangkusumo meletakkan jabatannya sebagai patih kemudian bertapa di gunung Lawu sebelah timur. beberapa waktu kemudian basah suryoningrat mengajak cucunya (Basah Gondokusumo) pergi menyingkir ke arah timur gunung Lawu. beliau memilih tempat tersebut karena menerima bahwa di sebelah timur gunung Lawu sedang dilaksanakan babat hutan yang dipimpin oleh sorang bernama Ki Buyut Suro yang kemudian bergelar Ki Ageng Getas. Orang-orang itu sangat patuh dan rajin melaksanakan babat hutan. Demikian juga Ki Buyut Suro dengan sabar mendampingi mereka yang bekerja penuh semangat babat hutan itu dilaksanakan atas perintah Ki Ageng Mageti yang cikal bakal daerah ini. Ki Ageng Mageti adalah seorang putra Magetan yang memiliki banyak kelebihan. Beliau adalah sosok yang arif, bijaksana, berbudi luhur, berperilaku sholeh serta memiliki kawaskithan. apa yang dipunyai itu semua semata-mata hanya untuk kepentingan kawulo, baik kawasan Magetan maupun kawulo njaban rangkah. Karena sifat yang demikian agung itulah maka Ki Ageng Mageti sangat disegani serta dapat dijadikan suri teladan bagi kawulo dan sesamanya.
Kemudian Basah Suryoningrat dan Basah Gondokusumo menjumpai Ki Buyut Suro yang sedang babat hutan. Keduanya bermaksud minta sebidang tanah untuk bermukim. Karena yang menguasai kawasan hutan ini adalah Ki Ageng Mageti, maka untuk memperoleh sebidang tanah ini Basah Suryoningrat dan Basah Gondokusumo diajak Ki Buyut Suro bertemu dengan Ki Ageng Mageti di tempat kediaman beliau di daerah Gandong Kidul (dukuh Gandong Selatan) tepatnya di sekitar alun-alun Magetan sekarang ini,
Pertemuan antara Basah Suryoningrat dengan Ki Ageng Mageti yang akrab ini dilanjutkan dengan perdebatan sengit terhadap suatu pernyataan. Sandi yang diberikan oleh Ki Ageng Mageti kepada Basah Suryoningrat. Setelah ia dapat menjawab dengan tepat dan benar pernyataan sandi keraton yang dilontarkan oleh Ki Ageng Mageti, akhirnya Ki Ageng Mageti yakin bahwa Basah Suryoningrat adalah bukan kerabat keraton tetapi merupakan sesepuh kerajaan Mataram. Akhirnya beliau diberi sebidang tanah untuk bermukim, terletak di sebelah utara sungai Gandong tepatnya di Desa Tambran sebagai tempat yang aman dan tenteram untuk pengayoman para leluhur Mataram. setelah mapan di tempat yang baru ini Basah Suryoningrat mengangkat cucunya yaitu Basah Gondokusumo menjadi penguasa di tempat baru dengan gelar "Yosonegoro" kemudian dikenal sebagai Bupati Yosonegoro, bupati Magetan yang pertama kali.
Wisuda Bupati Yosonegoro oleh Basah Suryoningrat ditandai dengan penyerahan sebuah keris pusaka. Pesta syukuran wisuda bupati tersebut berlangsung secara sederhana. Syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Basah Suryoningrat diberikan kepada Yosonegoro dan dihadiri oleh masyarakat setempat. wilayah pemerintah tersebut dinamakan Magetan, karena peristiwa terjadinya kabupaten Magetan ini adalah atas pemberian tanah dari Ki Ageng Mageti maka daerah baru tersebut diberi nama Kota Mageti, mengalami penambahan "an" menjadi Magetian, akhirnya berubah nama menjadi Magetan yang Pesona dan Kerajinan Magetan 2011 masih terjaga dan terus berkembang hingga kini :-)

Jumat, 15 Juli 2011

Batik Bambuku sayang....terabaikan,

Batik Bambu adalah salah satu ikon dalam ”Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011”. Batik Bambu merupakan suatu identitas pengenal kota Magetan. Para pegawai negeri dan anggota KORPRI Kabupaten Magetan diharuskan menggunakan Batik Bambu sebagai salah satu seragamnya.
Demikian pula kebijakan pemerintah  untuk menambah dan mempertahankan Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011, pemerintah berniat untuk menjadikan Batik Bambu sebagai salah satu seragam untuk seluruh siswa (mulai sd-sma) se-kabupaten Magetan.  Hal ini tentu saja semakin menguatkan Batik Bambu sebagai ikon dalam Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011.
Dalam perkembangannya, Batik Bambu sebagai ikon dalam Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011, ternyata banyak daerah yang mencoba menduplikat alias membajak motif dari Batik Bambu. Oleh karena itu, Batik Bambu segera dipatenkan. Hak paten dari Batik Bambu sebagai ikon dalam Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011, dipegang oleh Sentra batik Sidomukti. Karena memang dari sinilah, Batik Bambu sebagai ikon dalam Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011 lahir dan terkenal.
Kembali ke kebijakan pemerintah untuk menguatkan Batik Bambu sebagai ikon dalam Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011, seluruh siswa se-kabupaten Magetan di haruskan untuk mengenakan seragam bermotif Batik Bambu. Nah, disinilah letak masalah, terdengar kabar bahwa Pemkab Magetan memesan sebegitu banyak batik kepada salah satu perusahaan batik di daerah lain. Sontak, hal ini membuat pemilik hak paten (sentra batik sidomukti) kecewa. Seharusnya, pemkab lebih mengoptimalkan usaha yang ada di daerahnya. Bukan dari daerah lain. Lalu? Apakah motif pemerintah dalam hal ini? Lalu, apakah ada menimbulkan reaksi tidak baik di mata masyarakat?
Apapun yang terjadi, pokoknya kita semua harus mendukung dan melestarikan Batik Bambu sebagai ikon dalam Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011. Batik bambu adalah sebuah karya, sebuah kebudayaan yang berakar dari rasa serta estetika. Minimal, kita bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari dengan memakai batik tentunya J. Pokoknya, Go Batik Bambu sebagai ikon dalam Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011!!!!! 

Kamis, 14 Juli 2011

Pesona Telaga Sarangan

….sejuk lembut damai tenang, telaga sarangan. Indah bukan buatan, pemandangannya untuk bertamasya. Tempat marga satwa mandi, berkecimpung ria. Bebas aku memandang,keindahanmu oh rahasia alam. Kolam air ciptaan Tuhan, berpagar bukit-bukit indah. Tepat insane datang, untuk melipur lara. Dikakinya gunung Lawu, disitu tempatnya… ” lirik lagu keroncong yang mengalun indah nan merdu tersebut merupakan gambaran telaga Sarangan secara garis besar. Memang jika kita bilang “Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011, telaga Sarangan pasti akan segera terlintas di benak anda semua. Memang telaga Sarangan adalah objek utama Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan. Telaga Sarangan memang tak begitu luas, namun keindahan serta keasrian yang ditawarkan oleh telaga ini menjadikannya sebagai maskot Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011.
Telaga Sarangan terletak di kaki gunung lawu. Tepatnya di desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Sekitar 20 menit perjalanan dari kota Magetan. Karena terletak didaerah dataran tinggi, tak heran jika udara disini tergolong dingin. Tak jarang telaga Sarangan di tutupi oleh kabut. Dahulu, akses jalan menuju telaga Sarangan terbilang ekstrim. Mendaki, menurun, dibumbuhi tikungan – tikungan tajam. Namun, kini pemerintah kota Magetan mulai membenahi akses menuju telaga Sarangan karena pemerintah sadar bahwa telaga Sarangan menjadi sumber penghasilan utama kabupaten Magetan dengan gelar maskot Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan. Pemerintah membangun jalan tembus Magetan-Karanganyar yang ternyata juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung untuk menuju ke telaga Sarangan.
Pesona serta keindahan Sarangan telah menghipnotis banyak orang. Tidak hanya dari area Magetan dan sekitarnya saja, tetapi telaga Sarangan telah menjadi sebuah tujuan utama bagi kebanyakan orang untuk melepaskan penat.
Jadi, jika anda ke Magetan, akan sangat rugi jika tak berkunjung ke telaga Sarangan. So, visit Sarangan yhaa!!! ;(

Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011

Magetan, kota di kaki gunung Lawu. Kabupaten yang tak begitu luas, tapi indah dan menghadirkan sejuta pesona di dalamnya. Magetan memiliki daya tarik tersendiri. Selain pesona wisata yang menggairahkan, Magetan juga memiliki pusat dan sentra kerajinan yang menggiurkan. Inilah salah satu daya tarik tersendiri bagi Kabupaten Magetan.


Pusat kendali Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011 di pegang oleh Telaga Sarangan dan Kerajinan Kulit. Telaga sarangan adalah obyek wisata utama yang menjadi ikon kota magetan. Telaga Sarangan ibarat permata dalam cincin. Menyala dan bersinar terang. Sedangkan kerajinan kulit yang terkenal adalah LIK yang berada di jalan Sawo. Maka, sentra kerajinan kulit ini sering juga disebut dengan “jalan sawo” saja.
Selain Telaga Sarangan, Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan yang sayang untuk tidak dikunjungi adalah air terjun. Diantaranya : “Air Terjun Pundak Kiwo”, “Air Terjun Watu Ondo”, dan “Air Terjun Jarakan”. Selain itu, bagi anda Pecinta Alam, bisa mendaki puncak Lawu lewat “Cemoro Sewu Resort” dan “Argo Dumilah”. Bagi pecinta buah dan sayur, ada juga kebun strawberry. Kita bisa petik langsung buah strawberry segar langsung dari pohonnya. Selain itu, sayur-mayur yang masih segar bisa kita temukan di pasar Plaosan. Selain itu, ada juga “sentra batik sidomukti”. Objek wisata diatas terletak di kecamatan plaosan.
Pindah ke selatan sedikit, Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011 tak kalah menarik. Tepatnya kecamatan Poncol. Air Terjun “Tirto Jiwo” siap menyambut kita dengan sejuk udara dan dingin airnya. Pindah ke timur, kecamatan Parang. Makanan khas “Tape Mategal” siap memanjakan lidah kita. Selain itu, bagi para pecinta pramuka, adapula “Bumi Perkemahan Jati Wekas”. Bergeser ke utara, tepatnya kecamatan Ngariboyo. Kerajinan “Kerupuk Rambak” siap anda cicipi. Ke utara lagi, di wilayah kecamatan Kawedanan, tepatnya di desa Giripurno ada sebuah obyek yang akan membangkitkan nuansa magis. Disini ada situs makam keramat Rangga Prawirodirjo beserta istrinya Madu Retno. Memang, objek ini belum menjadi objek wisata. Namun, setiap 1 suro (1 Muharram) tempat ini sangat ramai dikunjungi oleh para penggemar “dunia lain”.
Tak cukup disini Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan 2011. Pindah ke utara lagi, di kecamatan Bendo, ada sentra jeruk pamelo. Kembali wisata kuliner yang siap menggoyang lidah anda semua. Pindah ke utara lagi, di kawasan Maospati, ada tempat wisata modern, “Taman Ria Maospati”, ke barat di wilayah Sidorejo, ada wisata kuliner lagi! Makanan khas Magetan, “Jenang Candi”. Kemudian ke utara sedikit, diwilayah Panekan, tepatnya di desa Sadon, ada sebuah candi peninggalan sejarah. Candi ini namanya : ‘Candi Sadon”. Bergeser ke utara kembali, ada kerajinan gamelan. Tepatnya, di kecamatan Karangrejo. Bergeser ke barat-utara, sentra kerajinan bambu, desa Ringinagung. Ke timur, ada sentra batik “Sidomukti”.
Dan masih banyak lagi objek wisata yang bisa kita temukan di Magetan. Pokoknya, gak rugi kalau kita berkunjung ke Magetan. Pesona Wisata dan Kerajinan Magetan gak kalah banding dengan kota lain. Hehehehe J

Kontes SEO SMAN 1 Magetan

Dalam rangka memperingati HUT SMAN 1 Magetan yang ke 50 di selenggarakan serangkain lomba dan acara salah satunya adalah Blogging Contest yang bertajuk SMASA SEO 2011 ini. Kontes SEO ini menantang bagi anda khususnya para blogger untuk mengoptimalisasikan blognya di mesin pencari google.co.id dengan keyword yang telah ditentukan panitia.
Kontes ini di khususkan untuk para pelajar SMP, SMA, MAN dan SMK se Wilker Madiun (magetan, madiun, ngawi, ponorogo). Selamat berkompetisi. Silahkan baca syarat dan ketentuan serta melakukan registrasi dahulu. Salam blogger !!

sumber: http://hutsmasamagetan2011.com/smasa-seo-2011-is-begun-today.php

 
hostgator coupon